Sunday, January 31, 2010

Ku Mencari Cinta


Semua orang mencari cinta,
Benar!
Kerana cinta itu suatu fitrah kemanusiaan yang terpahat lama sudah, sejak kemanusiaan itu wujud sebagai entiti khalifah dan abid di muka bumi ini.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(Ali Imran - 14)


Apatah lagi di akhir zaman, dunia di mana cinta diselaputi dosa, maka bagi orang yang ingin mencari jalan ketenangan hati dan kedamaian jiwa, semestinya sentiasa timbul keinginan untuk mencari di manakah atau siapakah cinta yang suci itu.

Ada yang mencarinya pada harta,
maka berusaha dia berkerja siang dan malam, berpenat lelah untuk mengumpulkan 'cinta'nya itu, bakhil dan kedekut mengetatkan tangan dari memberi infaq, zakat dan sedeqah.
Bahkan ada yang sanggup pula melonggokkan harta dengan cara yang binasa, dan membinasakan. Riba, Rasuah, wang khianat, curi, rompak dan sewaktu dengannya.

Ada pula yang mencari 'cinta'nya dari sudut pangkat,
kononnya pangkat itu memberinya pengaruh, yang membolehkan dia berdiri megah dan gah di mata mereka disekelilingnya, agar mereka boleh menerimanya dan mengagungkannya, terselit impian untuk dijulang sebegitu rupa, maka berusahalah dia, membanting tulang 4 kerat, menuju matlamat yang ingin digapai, melobi diri sehingga lupa pada adab-adab ilahi, cara haram juga yang menjadi pilihan, pijak kepala orang, perkara khianat menjadi kebiasaan bila kuasa menjadi idaman tertinggi untuk membongkak diri.

'Cinta' itu buta, kononnya bila hati sudah tertarik, maka dibutakan segala cacat cela sang pasangan manusia, seolah-olah dunia ini hanya dialah sahaja, dikorbankan segalanya, nasihat sahabat diabaikan, teguran ibubapa jadi mainan, agama diperkotakkatikkan, yang dulu haram menjadi halal, alasannya mudah, kerana sudah dibius cinta bak kata Agnes Monica.

tidak kurang juga yang terlalu cintakan diri, atau kata lainnya pentingkan diri, sehingga lupa pada tanggungjawab seorang muslim pada muslim yang lain, hal muslim yang lain tidak diambil kisah, "apa gunanya itu hidup mereka!" kata mereka, maka hilang diri mereka rasa untuk menyampaikan risalah islam, untuk menolong sahabat dalam kesusahan, luntur akhlak jihad untuk mempertahankan saudara sesama aqidah dan agama islam tercinta, "apa kesah, itu diorang punya pasallah!" ujar mereka lagi.

Segala 'cinta' yang dicita akhirnya hampa.

Segala di atas tidak juga memberi kesenangan hati yang diidamkan, bahkan sebenarnya lebih menyerabutkan jiwa, kerana usaha-usaha manusia setakat manalah sangat, takkan selamanya mencoret manisnya kejayaan, pasti ada pahit kegagalan yang bakal ditempuh.

Tatkala gagal menimpa, rasa sedih hinggap, seolah-olah cintanya tiada lagi, maka hidup tanpa cinta katanya tiada makna, baik aku bunuh diri!

Mujur sinar itu datang dari warisan kitab Riadhus solihin,

>Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Jikalau Allah Ta'ala itu mencintai seseorang hamba, maka Dia memanggil Jibril untuk
memberitahukan bahawa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu - hai Jibril - si Fulan itu.

Jibril lalu mencintainya, kemudian ia mengundang kepada seluruh penghuni langit memberitahukan bahawa Allah mencintai si Fulan,
" maka cintailah olehmu semua - hai penghuni-penghuni langit - si Fulan itu."

Para penghuni langitpun lalu mencintainya. Setelah itu diletakkanlah penerimaan baginya - yang dimaksudkan ialah kecintaan padanya - di kalangan penghuni bumi." (Muttafaq 'alaih)



Persoalan yang timbul, berapa kerat sangatlah di zaman kita ini, yang mencari ketenangan di sebalik warisan berharga Rasulullah s.a.w kepada kita ummatnya yang tercinta? al-Quran dan as-Sunnah yang mulia.

"Katakanlah: ""Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?"" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
(Ali Imran - 15)"


O Allah, Lead me to the greatest happiness and love in this world and hereafter, i'm not worth it, but only upon you, i put this hope of mine... (-,-)

4 comments:

saidah nafisa said...

assalama'alaikum warahmatullah
ALLAH'S love ...
for the one who always hope and seek for it...

open our eyes, mind and heart and see the signs...

~May ALLAH Bless~

erma fatiha said...
This comment has been removed by the author.
Tariq Ziad said...

saidah - kuat btol fenomena maher zain nihh

erma - ish..ni dah salah faham ni, post ni takde kaitan dgn hidup single n marriage r, sekadar perkongsian..huhu

erma fatiha said...

haha..ok2